FUYUKISM

FUYUKI'S LIFE JOURNEY


Leave a comment

Sedikit Pendapat Mengenai Kasus Razia Penutupan Rumah Makan kala Puasa di Serang

Akhirnya mau ngomong juga soal yg kasus ibu2 yang kena razia di serang itu (perda 451.13/739-kesra/2015). Well, gw setuju kalo toleransi agama mesti diterapkan, terlepas kita ini negara islam terbesar atau apa. Tapi tetep harus diinget, islam di sini ga 100%, masih ada agama lain yang ikut kontribusi membangun negeri kita ini. Dan mereka tidak menjalankan puasa (obviously). Kemudian dari beberapa umat muslim sendiri ada golongan yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa seperti orang sakit, musafir, orang tua, hamil, dkk. Mereka berhak untuk makan di siang hari karena Allah sendiri yang mengijinkan.

So, sebenernya pemberlakuan tirai di rumah makan (baik warteg hingga restaurant) itu sudah cukup menurut gw pribadi, ga perlu ditutup karena sesuai dgn pernyataan gw di atas. Kalo warung macam alfamart itu tidak perlu, karena tidak ada aktivitas makan di situ (semuanya adalah makanan dalam kemasan).

Rasul menyuruh kita untuk taat kepada ulil amri alias pemerintah. Oleh karena itu kita mesti taat dgn kebijakan pemerintah tempat kita tinggal. Namun, kebijakan yang sifatnya zalim akan menggugurkan kewajiban taat tersebut. So, gw kurang yakin apakah kasus seluruh warung makan tutup ini dikategorikan sbg kezaliman atau tidak. Selain itu, kita jg diwajibkan taat kepada pemerintah yang kuasanya lebih besar (presiden vs walikota), so dalam hal ini, kita taat pada presiden yg tidak memberlakukan kebijakan penutupan.

Nah, yang jadi hal bodoh yang gw amati adalah, adanya gerakan donasi buat si ibu tersebut. WHAT? Donasi buat apa? Uangnya buat apa? Pesan yang ingin diberikan ke masyarakat apa? Apakah donasi ini cuma berbasis baper? menegakkan toleransi? seriously….ini kok semenjak ada media sosial kok kayanya apa – apa donasi, apa – apa donasi ya? Beberapa emang dibutuhkan dan beberapa gak jelas apakah solusinya harus donasi?

Seriusan deh, donasi ke masyarakat kecil itu ga mendidik, kecuali yang emang sifatnya darurat. Selain itu jg menyulut kecemburuan sosial karena si ibu2 ini beruntung diliput media, sementara ibu2 lain yang kena kasus serupa tapi tak diliput media sehingga kasusnya tidak terblow-up, otomatis ga se’beruntung’ si Ibu yang populer di medsos.

Masih inget gak kasus darsem yang bebas dari hukuman pancung dan dapet dana donasi 1,2 miliar? Dipake apa itu dananya? Well, buat kebutuhan konsumtif bermewah – mewahan. Terus pesan yg mau diambil apa dong?

Kalo mau sedekah ya silahkan, cari orang yang benar2 membutuhkan. Yang emang jelas uang sedekah itu mau dipakai untuk apa. Please deh, jangan asal ikut – ikutan. Dikit – dikit gerakan donasi, solidaritas, yang kita sendiri sebenernya belom paham betul duduk perkaranya apa, dan tujuan donasinya apa, efek yang terjadi akibat donasi itu apa? baik ke penerima maupun orang – orang di sekitarnya.

Cheers


Leave a comment

Devastation Mind of Mine

Yah, sudah 3 minggu ini saya merasa tidak bersemangat akan apapun berbau kuliah. Saya ada skip tugas, saya belum mengerjakan paper yang harusnya dikumpul 3 hari yang lalu. Seminar tesis saya mandeg bahkan saya belum bertemu pembimbing saya untuk berdiskusi tentang tesis saya. Saya jadi semakin malas belajar, tidak pernah konsentrasi di kelas.

 

Yah, saya tidak tahu mengapa ya saya menjadi seperti itu. Padahal kuliah master ini adalah beasiswa namun saya seakan – akan tidak bertanggung jawab akan hal itu. Saya mencoba menganalisis diri saya mengapa saya bisa seperti itu.

1. Jenuh kuliah.

Ya, mungkin memang benar saya agak jenuh kuliah. Di saat sebagian besar teman – teman saya sudah bekerja, saya malah masih berada di kelas, walau level belajar saya sudah lebih tinggi yaitu untuk meraih gelar master.

2. Tekanan batin

Terkait dengan poin sebelumnya, banyak teman – teman saya yang sudah bekerja di tempat yang bagus – bagus. Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi saya. Bagaimana tidak? Mereka akhirnya sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, sementara saya tidak diperbolehkan bekerja karena kontrak beasiswanya tidak membolehkan saya bekerja. Yah, kadang merasa malu juga sama diri sendiri, sampai kapan saya akan terus bergantung pada uang orang tua?

3. Kuliah tidak sesuai ekspektasi

Kuliah master yang saya harapkan ternyata tidak sesuai ekspektasi. Tidak menantang dan menyenangkan bagi saya. Dan pada akhirnya saya yang seakan seperti menarik diri dan apatis pada kuliah.

4. Kegiatan di luar

Banyaknya kegiatan saya di luar juga cukup mempengaruhi mentalitas saya. Terkadang tekanan konstan pada saya, emosi saya yang kadang suka meledak – ledak, ditambah sifat saya yang extrovert akan segala hal namun sangat introvert jika hal itu menyangkut privasi saya.

5. Nobody seems to care

Dengan segala naik turunnya motivasi saya, ditambah semua orang seakan tidak peduli semakin membuat saya jatuh.Orang – orang yang saya inginkan ada untuk menaikkan motivasi saya dan sekedar ngobrol – ngobrol sekarang sudah semakin hilang. Bukan lewat SMS, socmed atau yang lain, saya ingin bertemu langsung, ngobrol langsung. Namun saya selalu bisa meyakinkan diri bahwa hal ini adalah hal yang biasa karena dari dulu saya juga sudah terbiasa sendiri dan selalu bisa memecahkan masalah – masalah saya sendiri.

 

Dari saya sendiri, saya sudah berusaha untuk membangun kembali motivasi dan determinasi saya. Namun banyak sekali hal – hal yang membuat saya terjatuh kembali. Apa yang akan saya lakukan? Mungkin saya ingin mencoba untuk cari strategi, saya ingin mencoba menghilangkan kejenuhan saya dahulu baru setelah saya segar kembali saya mencoba untuk membereskan semuanya.


1 Comment

Things After Bachelor Graduation

Sudah sebulan sejak kelulusan saya dari jenjang S1 Teknik Kimia Universitas Indonesia. Wisuda sendiri merupakan hal sakral yang sangat berkesan. Rangkaian upacara yang sangat kental akademisnya, ucapan selamat berdengung di mana – mana, friendly hugs dan kebanggaan kami sebagai peserta didik yang berhasil lulus tepat waktu (4 tahun).

ImageFoto dengan keluarga

ImageDengan Kakak

ImageDengan kekasih

Wisuda merupakan sebuah momen yang sangat menyenangkan di mana kedua orang tua saya masih hidup ketika melihat sang anak bungsunya yang manja telah meluluskan pendidikan tingginya, di tambah pendamping wisuda saya yang sudah bersama saya selama 5 tahun juga hadir di sana.

Oke, back to reality. Satu bulan pasca wisuda apa yang telah saya lakukan dan akan saya lakukan. Saya melanjutkan kuliah S2 saya yang sekarang sedang berjalan semester 3, it means September tahun depan mudah – mudahan saya sudah wisuda kembali dengan gelar master. Di saat yang sama teman – teman saya yang lain yang tidak termasuk dalam beasiswa Fast-Track (beasiswa S2 yang saya ambil) sedang berusaha mencari kerja. Sebagai para lulusan teknik kimia, mereka sudah bersporadis ke berbagai perusahaan mulai dari consumer goods, EPC hingga perminyakan dan eksplorasi.

Kadang iri juga dengan mereka yang sudah bisa produktif menghasilkan uang sendiri dengan kemampuan yang mereka dapat dari pendidikan sarjana mereka, di mana di saat yang sama saya masih berkuliah lanjut di mana pada beasiswa ini saya tidak diperbolehkan untuk terikat kontrak kerja. Alhasil saya harus fokus kuliah, tidak punya penghasilan sendiri dan kembali menghadapi buku, laboratorium dan dosen – dosen. Saya sendiri juga masih melanjutkan pekerjaan sampingan saya sebagai tutor privat sebagai sumber pemasukan saya walaupun tidak banyak. Lumayan lah daripada tidak dapat menghasilkan uang sama sekali.

Mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan mengenai kehidupan saya pasca wisuda S1. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan dan sedikit juga buah pikiran yang saya tuangkan saat ini. Sebenarnya saya juga memiliki banyak aktivitas yang sedang saya kerjakan sekarang, namun aktivitas – aktivitas tersebut akan saya cover di postingan – postingan saya selanjutnya agar lebih rapih.

 


Leave a comment

MY FIRST NATIONAL RATED SCRABBLE CHAMPIONSHIP AT BINUS INTERNATIONAL

Tanggal 14-16 September kemarin, saya mengikuti kompetisi scrabble di binus internasional.
Sebenarnya saya sudah menyenangi dan bermain scrabble sejak saya SMA, ketika saya masih menjadi presiden English Club SMAN 2 Tangerang. Saya juga sempat mengikuti beberapa kompetisi scrabble level SMA sebanyak 2 kali dan berhasil menjadi juara 1 dalam kompetisi sebanyak 2 kali tersebut.

4,5 tahun telah berlalu setelah kompetisi terakhir saya. Ketika saya kuliah, saya fokus banting stir ke arah kompetisi ilmiah dan meninggalkan kompetisi – kompetisi bahasa Inggris. Tiba – tiba ketika saya mencoba bermain scrabble lagi, dan mencari kompetisi scrabble yang ada di Indonesia. Saya tertarik dengan kompetisi ECOM di binus internasional. Kompetisi ini berbeda dengan kompetisi yang pernah saya ikuti sebelumnya yang berupa sistem eliminasi, pada kompetisi ini memakai sistem Australian Draw sistem dan King of the Hill sistem di mana terdapat 18 permainan dan pemenang diambil dari pemain dengan jumlah menang terbanyak.

Kompetisi dilaksanakan selama 3 hari, saya juga bertemu dengan 6 orang junior saya dari English Club SMAN 2 Tangerang dan seorang junior saya di kampus. Kompetisi ini diikuti 27 peserta ditambah 1 orang peserta swing player dari binus internasional untuk menggenapkan jumlah peserta.
Berikut resume pertandingan saya:

Round Opponent Institution My Point Foe’s Point My Bingo Foe’s Bingo Victory Point Margin
1 Jonathan Kevin BINUS 298 426 Electric 0 -128
2 M Khalifah SMAN 1 Tng 313 401 Heating, Senarii 0 -88
3 Winsen Wijaya Bina Bangsa 638 190 Seniles, Pouring, Carting 1 448
4 Hyendi Gumilang Mercu Buana 243 510 Maturing, Requits 0 -267
5 Delima Andriyanti SMAN 2 Tng 347 367 Cements 0 -20
6 Rifqi Hanif SMAN 1 Tng 445 255 Flaunter, Rebiting 1 190
7 Delima Andriyanti SMAN 2 Tng 387 328 Donater Inertia 1 59
8 Anthony SMAK 1 Ktpg 322 397 Operated Trolling 0 -75
9 Nindy Alfiani SMAN 2 Tng 416 297 Purifier 1 119
10 Andre Jonathan SMAN 2 Tng 278 371 Hairnet, Trainee 0 -93
11 Hardiyanti Citrawati SMAN 2 Tng 310 341 0 -31
12 Adilasyah R W Univ Al-Azhar 484 143 Trained, Dioxane 1 341
13 Emerentia Nadia SMAN Sang Timur 392 290 Haulers, Rontgens 1 102
14 Nindy Alfiani SMAN 2 Tng 465 323 Keepers, Loading Gateman 1 142
15 M Khalifah SMAN 1 Tng 298 377 Eclipse Senarii 0 -79
16 Andre Jonathan SMAN 2 Tng 377 293 Outliner 1 84
17 “Swing Player” BINUS INTERNATIONAL 407 322 Realter Esquire 1 85
18 Steven Surya BINUS 209 513 Overnet, Deiseal, Notaire 0 -304
TOTAL 9 485

Dengan hasil akhir saya dengan jumlah kemenangan sebanyak 9 kali dan margin sebesar +485, saya hanya ditempatkan pada ranking 12 dari 28 peserta. Cukup mengecewakan jika dibandingkan dengan target saya pada kompetisi ini yaitu:
– memenangkan 10 game
– masuk ke ranking 10 besar
Namun untuk target kedua saya pernah saya penuhi, menjelang ronde ke -18 (setelah ronde 17), saya sempat berada di posisi 10, namun setelah dikalahkan Steven pada ronde 18 posisi saya tergusur lagi.
Kemudian satu hal yang benar – benar menarik perhatian saya adalah, terdapat perkembangan yang signifikan pada kemampuan scrabble anak SMA sekarang jika dibandingkan dengan 4,5 tahun yang lalu. Dulu, kemampuan anak SMA tidak seberapa dan memiliki skor rata – rata 200-300. Namun sekarang kemampuan para snak SMA meningkat pesat, skor rata – rata mereka mencapai 300-400 dengan beberapa bingo yang dimainkan dalam tiap game. Hal itu terjadi karena kader scrabble SMA sekarang sudah memiliki kurikulum dan modul – modul sehingga kemampuan mereka semakin terasah.
Saya cukup puas dengan pengalaman ini, karena saya berhasil melawan anak – anak BINUS yang kemampuan scrabblenya nomor 1 se-Indonesia. Saya juga sempat mengalahkan anak BINUS internasional walau saya belum pernah melawan pemain – pemain BINUS papan atas seperti Christian Oktavius dan Albert Martono. Berikut top 10 player pada kompetisi ECOM kemarin:

1. Christian Oktavius (BINUS)
2. Albert Martono (BINUS)
3. Hyendi Gumilang (MERCU BUANA)
4. Ario Ananda (SMAN 1 Tng)
5. Hartanto Wibisono (SMA Sang Timur)
6. Harnando Supriatna (SMAN 2 Tng)
7. Steven Surya (BINUS)
8. Jonathan Kevin (BINUS)
9. Hendi Yohanes (BINUS)
10. M Khalifah (SMAN 1 Tng)

Semoga saya bisa lebih baik di kompetisi berikutnya. Minimal setara lah dengan pemain – pemain BINUS.


Leave a comment

#ReasonIHateFacebook

Sedikit mau berbagi nih, berhubung semalem (26 Juli 2012) ada trending topic di twitter #5ReasonsIHateFacebook, saya jadi pengen share juga soal uneg – uneg tentang Facebook.

As we all know, FB datang menggantikan FS. Saya sendiri pake FB mulai dari tahun 2008 dan saat itu juga euforia FB dimulai Saya seneng bisa ketemu temen – temen lama n amazed liat mereka udah dewasa, seneng sama fitur tag fotonya, dkk. Pokoknya dulu FB socmed yang mendekati sempurna deh, makanya FS ditinggalkan. Sampai akhirnya abuse fitur – fitur FB dimulai…

1. Likeholic

Nah, yang ini serius bikin saya turn off. Dulu fitur like ini menurut saya biasa aja, sampe pada titik di mana banyak kompetisi – kompetisi yang kalau mau menang pesertanya mesti like postingan/foto dia dulu. Like terbanyak yang menang. Terus imbasnya apa? Wall kita dipenuhin sama postingan mereka yang begging minta di-like, ngajak chat cuma buat minta like, sampe ngepos gituan di open grup. SUPER IRRITATING!!! Pertama – tama saya senang ikut kontribusi dalam like – like tersebut, lama – lama annoyed dan gak pernah nge-like lagi. Yang paling parah ngancem pake like, misalnya “Dengan kamu like post ini, kamu sudah membantu menyembuhkan kanker di Afrika” Bullsh*t. Solusi: gak tau, abaikan aja. Unfriend juga boleh.
 
2. Shareholic

Ini mirip sama likeholic. Semenjak FB punya fitur share (mirip retweet kalo di twitter), makin enak buat kita liat postingan – postingan inspiratif. Ternyata para alay juga ikut andil di sini, banyak banget sekarang orang share foto yang nadanya mengancam misalnya “Share/like this photo if you love your grandma, scroll or ignore this if you want your grandma to die.” WHAAATTT!!! Tapi untungnya sindrom ini ga dikenal banget di Indonesia, banyaknya terjadi di negara barat. Solusi: abaikan, atau unfriend,

3 Tag Foto yang Bukan Kita

Abuse dari tag foto di FB adalah kita bisa tag orang yang semaunya, mau itu foto kita kek, foto kucing kek, dll. Imbasnya, banyak banget saya di-tag di akun jualan – jualan (udah saya unfriend semua), di-tag di event kampus, kata – kata motivasi and whatsoever. Hate that, notif penuh eh taunya begituan doang. Solusi: remove tag atau unfriend,

4. Akun Palsu

Ini juga banyak terjadi di kampus saya (UI), ada cewe tau – tau nge-add saya dan saya sama sekali gak kenal (dulu saya hampir kenal semua temen – temen sefakultas saya). Pas lihat di bio-nya kok anak UI, jurusan teknik xxx angkatan xxx. Pas saya kroscek ternyata gak ada tuh nama ini kedaftar (kok tau? tau dong…). Bahkan banyak banget kejadian ini muncul, dan UI jadi objek yang menarik, tinggal bikin aja akun, terus almamater tulis UI, gampang kan? Cuman saya sendiri kurang tau ini gunanya apa, secara saya belom merasakan langsung kerugiannya, namun hal itu sangat annoying. Solusi: unfriend, block, report.

5. Invitation Event

Tau – tau saya di-tag event bertempat di UNDIP, di UNSRI dan eventnya juga random. Nih orang kayanya punya kebiasaan kalo invite orang ke suatu event itu diinvite semua orang yang ada di friendlistnya, gak peduli dia satu kampus apa engga. HAJAR! Tingkat annoyment semakin tinggi ketika saya mulai merambah komunitas dan teman – teman level internasional. Gila aja ada undangan rapat konferensi interfaith di Nepal, who’s coming??? Solusi: unfriend, pilih no.

6. Invitation Games

Kalo ini semua orang udah tau ya. Notif banyak, eh taunya texas poker, mafia wars, farmville dan game – game yang tidak pernah saya mainkan. Jujur saya belom pernah nyobain main game di FB. Solusi: diemin aja, unfriend.

7. Sampah Event di Grup

Biasanya kalau ada sebuah event, bakal dibikin grupnya buat update soal event tersebut. Dan setelah event tersebut berakhir, grup itu masih ada dan malah jadi ajang buat orang – orang yang mau ngepos eventnya sendiri – sendiri di grup itu. Mirip dengan spamming games, tau – tau liat notif si A ngepos event X di grup M, N, O, P, Q dan R dengan kata – kata yang sama percis. Solusi: leave group.

8. Status Sedih, namun Ketika Ditanya Tidak Apa – Apa

Biasanya cewek nih yang kaya gini. Statusnya: “Aku menyesal telah berbuat itu, maafkan aku.” Atau “Kejadian tadi tak akan pernah kulupakan, sakit.” Eh ketika ditanya kenapa? ada apa? selalu dijawab “engga apa – aoa” Cari perhatian banget ya? Solusi: ga usah ditanggapin, unfriend.

9. Posting A, komennya B
Saya paling kesal kalau ada komen yang gak sesuai dengan postingan saya. Biasanya saya hapus atau bisa saya unfriend orang yang bersangkutan. Saya ngepos “Yes, Ragnarok naik level” atau “Buka puasa bersama teman – teman OSIS.” atau “IP bagus hanya mengantarmu ke tes wawancara.” Pasti selalu dikomen sama orang gak nyambung begini, “Hai Adit, apa kabar?” AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. Ngomong begituan kenapa ga lewat message aja sih, atau chat gitu? ANNOYED! Solusi: hapus komennya, unfriend.

10. Group Message/Chat
Udah pada tau lah ya. Notif banyak taunya ada orang segrup lagi pada ngobrol gak jelas yang kita gak tau mau ikut niumbrung dari mana. Solusi: leave group, setting group supaya gak dapet notif dari grup tersebut.

Ya, itulah alasan – alasan saya mengapa saya benci FB yang sekarang, Ada yang punya pendapat lain?


Leave a comment

Random talk before my college graduation

Nama: Aditya Dharmawan
Nickname: Fuyuki
Usia: 22
Tinggi: 176 cm
Bobot: 80 kg
Pekerjaan: Pengangguran…

Yaaa…memang benar kalau sekarang saya pengangguran. What a shame! Jadi beban negara n beban orangtua. Eh, tunggu dulu, ini fenomena pengangguran yang terjadi karena saya menunggu kelulusan S1. Yap! Saya akhirnya lulus.

Banyak hal terbersit di pikiran saya selama 4 tahun terakhir kuliah di jurusan Teknik Kimia di Universitas Indonesia ini. Keinginan untuk memperoleh ilmu, softskill, self-esteem, hingga jaringan. Jika dipetakan dengan baik, berikut kegiatan saya selama 8 semester berada di UI.

Semester 1:
– Jadi MaBa dan seluk beluk euforianya dan norak – noraknya masuk UI. Sejuta ekspektasi saya diukir di masa ini. Ingin punya IPK cumlaude, ingin berkecimpung di politik kampus, ingin lomba, ingin konferensi, ingin ini dan itu.
– Pada saat ini, saya memutuskan bergabung dengan EDS UI (komunitas debat UI) sebagai lanjutan karir saya sejak SMA yang memang saya sempat menjadi pendiri dan presiden English Club SMA saya (saya sendiri fokus di bidang debat dan permainan scrabble).
– Pada akhir semester ini, saya memperoleh IP yang sangat baik dan lulus berbagai program – program ospek kampus yang berarti tiket berkecimpung di dunia kemahasiswaan sudah terbuka.

Semester 2:
Ikut kepanitiaan level jurusan dan fakultas baik sebagai staf maupun kepala bidang (seringnya sih jadi kepala bidang).
– ikut lembaga strategis tingkat jurusan (ikatan mahasiswa teknik kimia, saya sebagai staf bidang PSDM atau pengembangan sumber daya mahasiswa) dan tingkat fakultas (BEM FTUI, saya sebagai staf bidang humas dan kepala biro jurnalistik).
– Jadwal mulai padat, EDS UI mulai terbengkalai, IP saya turun sedikit.
– Di semester ini juga awal saya mempelajari subilmu dati teknik kimia yang sangat jarang diketahui oleh orang, yaitu Fotokatalisis yang nantinya menjadi topik skripsi saya dan topik – topik yang selalu saya bawa di setiap kompetisi ilmiah).

Semester 3:
– Keluar dari EDS UI.
– mulai mengikuti kompetisi ilmiah (waktu itu saya memiliki ide di PKM GT Olimpiade Ilmiah Mahasiswa UI, dengan saya menggandeng 2 senior saya untuk membantu saya mengerjakan ide saya mengenai fotokatalisis, alhamdulillah berhasil tembus menjadi terbaik di tingkat fakultas teknik, namun belum menang di tingkat universitas, lumayan lah untuk first starter dalam lingkup beginian).
– IP saya turun lagi, saya mulai mengurangi kepanitiaan dan lebih fokus ke program – program lembaga (di IMTK saya mengurusi ospek dan di BEM FTUI saya mengurusi buletin kampus sebagai pimpinan redaksi).

Semester 4:
– masa jabatan saya sebagai staf di IMTK dan BEM sudah berakhir, namun saya bergabung kembali ke BEM kembali di bidang HUMAS sebagai staf lagi dan sebagai pimpinan redaksi buletin, saya melakukan ini karena memang saya senang berada di situ. – Kemudian saya juga menjadi kepala bidang HUMAS lembaga jurnalistik fakultas, yaitu TEKNIKA FTUI.
– Di semester ini, saya fokus ke satu kepanitiaan saja yaitu Malam Apresiasi Prestasi (ajang pemilihan MaPres fakultas) di mana saya menjadi ketua pelaksananya dan acaranya berlangsung sukses.
– IP saya juga semakin turun, akhirnya di semester 4 ini IPK saya berada di ujung tanduk singgasana cumlaude.
– Di akhir semester ini saya mulai galau menentukan apakah saya ingin fokus ke dunia politik dan aktivis kampus atau fokus kuliah.

Semester 5:
– masih melanjutkan peran saya sebagai kepala bidang HUMAS TEKNIKA dan staf terdepan bidang HUMAS BEM FTUI.
– Saya juga mulai merasakan menjadi asisten matakuliah di mana saya unggul di situ (ya iya lah, masa jadi asisten yang nilainya jeblok) yaitu mata kuliah Neraca Massa Energi.
– Di semester ini saya juga mengikuti beberapa perlombaan, beberapa tidak menang namun beberapa menang seperti juara 3 OIM UI bidang pameran produk ilmiah dan juara 2 CONSOL TALK FTUI bidang esai ilmiah, semuanya membawa topik fotokatalisis.
– Saya sudah berhenti mengurus kepanitiaan. Di saat yang sama IP mulai menaik kembali walau sedikit.

Semester 6:
– Di semester ini menurut saya adalah masa kejayaan saya dan masa di mana banyak terjadi momen – momen perubah hidup saya.
– Saya mengordinir fakultas saya untuk ikut ke acara pameran dan konferensi oil and gas terbesar se-Indonesia, yaitu IPA.
– Saya menjadi asisten lagi, masih sama yaitu mata kuliah Neraca Massa Energi, namun kali ini saya menangani kelas internasional.
– Saya masuk ke grup riset fotokatalisis untuk keperluan skripsi.
– kemudian saya menjadi kepala bidang HUMAS di BEM FTUI.
– saya menjuarai kompetisi penelitian ilmiah nasional bersama senior saya (lagi – lagi membawa fotokatalisis).
– Saya masuk ke pelatihan kepemimpinan pemuda paling bergengsi se-Indonesia oleh McKinsey n Company bernama YLI (Young Leaders for Indonesia) di mana terdapat 60 mahasiswa super hebat (para overachiever) dari penjuru Indonesia bertemu untuk dilatih kepemimpinannya, juga menjalankan beberapa proyek, serta memperluas jaringan.
– Berkat YLI saya juga bisa magang di bidang pemerintahan, yaitu UKP4 bertempat di komplek istana negara (di sana, saya memegang proyek lingkungan di bawah REDD+ Indonesia.
– mulai dari sini saya tertarik dengan isu – isu lingkungan dan mencoba untuk berkecimpung di bidang ini, eh ternyata subilmu fotokatalisis yang saya gandrungi itu juga sangat erat kaitannya dengan konservasi lingkungan).
 Saya juga mengikuti kompetisi proyek lingkungan tingkat internasional oleh British Council bernama E-IDEA (sayang saya hanya mentok menjadi finalis, namun komunitas yang dibangun oleh British Council ini sangat menyenangkan dan banyak follow up yang dilakukan untuk meperluas jaringan dan memperdalam skill).
– Di akhir semester saya juga melakukan kerja praktek di salah satu industri gas dunia, yaitu Air Liquide yang cabang Indonesianya berada di cilegon.
– So far saya sangat bersyukur dengan kehidupan saya di semester 6 ini. IP saya juga naik sedikit, namun saya ketinggalan satu mata kuliah bernama Seminar, di mana saya seharusnya maju sidang seminar namun karena ada beberapa miskomunikasi saya tidak jadi maju, namun matakuliah tersebut untungnya hanya ditulis Belum Selesai, bukannya tidak lulus.
– Di akhir semester ini saya juga apply beasiswa fast-track, yaitu beasiswa S2 oleh DIKTI di mana saya akan mulai menjalankan program S2 dari semester 7 sehingga saya akan selesai S2 satu tahun setelah saya lulus S1, dan saya berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.

Semester 7:
– Saya masih menjabat sebagai kepala bidang HUMAS BEM FTUI.
– saya mulai menjalani kuliah S2 yang tumpang tindih dengan kuliah S1 sehingga jadwal saya sangat padat.
– Saya mengikuti forum E-IDEA tingkat regional sebagai follow up dari acara E-IDEA sebelumnya dan menjalin jaringan dengan orang – orang yang satu minat dengan saya yaitu lingkungan.
– Saya juga bergabung dengan komunitas alumni YLI dan menjalankan proyek pemberdayaan masyarakat.
– Berkat kontribusi saya di bidang lingkungan lewat E-IDEA dan UKP4, saya bisa mengikuti acara TUNZA, acara konferensi lingkungan yang diadakan oleh PBB, khususnya UNEP yaitu konferensi lingkungan dengan target anak muda dan anak – anak. Targetnya adalah membuat draft deklarasi bandung. Di sana saya cukup aktif baik dalam acara utamanya hingga ke pembuatan deklarasi bandungnya yang melibatkan banyak anak muda dan fasilitator dari seluruh dunia.
– Kemudian saya juga mengikuti event YFCC yaitu acara konferensi anak muda seindonesia mengenai perubahan iklim, lagi – lagi sebagai follow up dari acara – acara lingkungan yang saya lakukan.
– Di semester ini saya juga masih menjadi asisten dosen, kali ini memegang mata kuliah Ekonomi Teknik untuk kelas teknik kimia ekstensi di mana para mahasiswanya berusia lebih tua dari saya.
– Kemudian IP saya naik lagi, walau saya tidak jadi maju sidang seminar lagi karena lagi – lagi miskomunikasi yang terjadi.

Semester 8:
– Di semester 8 ini, saya berjanji pada diri saya untuk fokus kuliah dan tidak akan mengikuti kegiatan apapun yang sifatnya kompetisi, mendaftar ata apa pun (namun tidak apa jika sifatnya undangan).
– Semester 8 saya buka dengan sidang seminar saya yang telah tertunda selama setahun.
– Kemudian saya juga menghadiri pelatihan lanjutan dari komunitas E-IDEA british council.
– Lalu saya juga diundang ke acara IYCS (Indonesian Young Changemaker Summit, sebuah acara inspiratif para agen pembuat perubahan yang digagas Goris Mustaqim) sebagai salah satu Changemaker (di acara tersebut pesertanya dibagi menjadi 2, observer dan changemaker, di mana observer sifatnya sebagai pengamat yang harus mendaftar dulu untuk bisa ikut, sementara changemaker adalah orang2 yang dipilih berdasarkan rekomendasi Steering Commitee, para changemaker ini sudah banyak memiliki proyek – proyek perubahan.
– Saya bisa ikut IPA lagi tahun ini.
– Kemudian saya fokus menjalankan skripsi saya dan Alhamdulillah penelitian skripsi saya tentang fotokatalisis berjalan lancar.
– Saya juga tumpang tindih menjalankan kuliah S2 saya yang memasuki semester 2.
– Di akhir semester ini saya diundang oleh Kementrian Lingkungan Hidup untuk menjadi delegasi Indonesia untuk acara Rio+20 di Brazil, sebuah konferensi lingkungan tingkat tinggi yang diadakan PBB (liputannya bisa dilihat di postingan saya sebelumnya). – Sepulang dari Brazil, saya maju sidang skripsi dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya sampai pada masa kini (masa tulisan ini dibuat) yaitu masa saya pascaskripsi sambil menunggu kelulusan saya.
– IPK akhir saya cukup mengecewakan bagi saya, karena angkanya nanggung, yaitu 3,48, hal ini terjadi karena jumlah SKS S1 dan S2 tergabung sehingga nilai – nilai mata kuliah saya baik dari S1 dan dari program S2 saya dijadikan satu. Karena di kuliah S2 ini nilai saya kurang begitu memuaskan, makanya IP saya agak sedikit turun, namun walaupun IPK saya segitu, saya tidak pernah menyesal atas semua hal yang saya lalui selama 8 semester ini. IP tidak berpengaruh banyak terhadap masa depan saya, dan saya yakin semua perjalanan hidup selama saya kuliah lah yang akan menentukan masa depan saya nantinya.

Oke, sekian cuap – cuap dari saya si pengangguran, doakan semoga saya lekas mendapat pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan…

You can call me cocky or something, but i just want to share my life journey and i think it’s the right thing to do…


Leave a comment

BRAZIL TRIP FOR RIO+20 (June 13-22)

Today’s journal will be delivered in English since i want to tell the world about my moments in Brazil from June 13-22 to attend Rio+20. Rio+20 itself is a environment and sustainable development themed conference by United Nations (especially UNCSD) as a momentum to follow up Earth Summit happened also in Rio 20 years ago (1992).
By the way i’m acting as youth delegation from Indonesia. I’m chosen by ministry of environment of Indonesia. The conference itself held in RIO CENTRO, while me and other youth delegates stayed in COPACABANA. Oh ya, the name of the delegates are me, Gina, Gesa, Odi, Prima, Kadek, Adeline, while we also had chaperone as our guardian, named Bu Jo and Bastian.
This is my daily report there. Check it out:

Day one: Thursday, June 14 2012

Random Thoughts:

This is my first full day in Rio as well as my first day attending Rio+20. My observation and thoughts about this city are quite interesting. I’m amazed with the air here since it’s very clean (compared to Jakarta) and the sky is blue, and i believe those are the indicator of good environment management. My opinion will be sided with the use of biofuel (especially bioethanol) and natural gas (especially methane) as the main vehicle fuel used by people here. Then i also glad that even people here dont speak English (i dont know if english taught in school or not, but they cannot even understand basic english conversations and vocabularies), they are very helpful and kind. And then, people here already know the importance of being healthy since the proportion of fat people and well built people here quite equal. And it’s a very common sights people doing jogging, cycling and sports activity everywhere everyday and evrytime even at night, since the government also giving it’s citizen a space to do physical workout activites without need to worry their activites disturbed by vehicles there. I even really enjoy this situation and i’m glad i can make benefit from it by doing my hobby which is jogging beside the beach.

Activites:

Activities i had today mainly focused on Indonesia’s Pavilion to serve the visitors for knowing our actions in sustainable economy (which is represented by things made from used plastic package, under label of Trashion). We also conducted a presentation which theme was Education for Sustainable Development (in this case, the example taken from Adiwiyata Green School in Bali which students taught about sustainable development as well as doing projects). We also showed a fashion show, exhibiting Trashion products to visitors. Then me and other delegates also practiced a dance called Gantar as the preparation for the next showcase. That’s all the activites on Rio+20 venue today. It’s unfortunate that today we cant manage to come to a single conference and side events agenda

Lesson Learned:

From today’s activities, i learned some lesson both internally and externally. Internally, i feel that we do need a lot of effort to get something we deserve. Our pavilion often had a few of visitors, even when our presentation was ready to come, there still no visitor present at pavilion. So we have to go outside and attract people to come to out pavilion to see our presentation and fashion show. Externally, i really amazed that Indonesia actually pretty attractive in other visitor’s eye. They really appreciate our doings, Trashion products, even they also saw us practicing Gantar dance. They also interested to the presentation and eager to see more of us. Some of them also want to buy trashion products.Their amazement of Indonesia really beyond my expectation, and i think i have to love my Indonesia more.

Suggestion:

I’m quire upset hearing that our pavilion suffers administration problems as a result of misscommunication. I mean, why this kind of thing happened and no one wants to be blamed.  I even heard that today, our pavilion must be closed, but thanks for the negotiation so our pavilion will last longer. Then i’m quite disturbed by Rio+20 officials that cant speak english. I mean, this is an international event and people from around the world need assistance from the officer, since nearly almost all of them cant speak english, lost in translation happened a lot.

Day two: Friday, June 15 2012

Random Thoughts:

This is my second day on Rio Centro. It’s good to be able to attend some meetings today, so i can feel the heat of negotiation altough i’m still act as an observer.

Activites:

I started the activites today by attending UNCSD preparatory meeting first, located in P3-E focusing on forest/biodiversity/food security and forest where the meeting is a closed meeting with all the main participants acting on behalf of each country’s G77. Today’s meeting focusing on paragraph 66 on zero draft, and it’s activity mainly at wordings. The negotiation was progressed very slowly and quite boring while the chairperson quite strict and hardly accept the opinion from other countries. It’s hard to see that they have to spend the first 40 minutes just to think that putting ‘transition’ word is good or not since it’s not time bound. They laso spent time a lot on discussing about ‘agriculture research’ should be put. Some agreed, some not, some others agreed but it’s condition is done voluntarily.

Then we’re back to Pavilion where this is my day to deliver my presentation with the assistance from Odi. I’m quite glad that they actually liked my presentation which is talks about my research and appreciated me as a cool young researcher. One of them even talked to me seriously about what mindset i have to build as a researcher that orioentation is mainly for environment sake.

Then we went back to Rio Centro to attend MGYC meeting which talked about youth speech planning for the next high level meeting starting june 20. Then we managed to meet Brendan, the coordinator of Green Economy Taskforce of MGYC. He explained about what the work groups of GE taskforce are and encourage us to contribute. That’s all the substantial activities of today.

Lesson Learned:

From today’s activities, i learned some lesson both internally and externally. Internally, i feel that we need a lot of serious commitment and strategic plans to get things done, which is negotiation. We can not directly speak our mind since the most of meetings today are closed, so we have to negotiate with G77 member outside the room and give the aspiration we want so  that G77 member may speak our aspiration on the closed negotiation UNCSD meeting. While externally, just like the first day, i still think that people still admire and appreciate Indonesia to all of Indonesia’s action to be sustainable. While in my case which is a research, they actually loved the way i am, a youth who has the dedication on research to tackle these environmental problems. And they said that they want to meet more people like me to help changing the world together.

Suggestion:

From friday’s activities, my suggestions are for ourselves. We need to take this more seriously, we need to contribute also in this negotiation while youth delegation around the world already use their brain to contribute in this forum. We have to attend more negotiation rooms to know how the process is going as well as attend side events to enrich our knowledge.

Day three: Saturday, June 16 2012

Random Thoughts:

This is my second day on Rio Centro. It’s good to be able to attend some meetings today, so i can feel the heat of negotiation altough i’m still act as an observer.

Activites:

My activities on RIo Centro started on a daily Major Groups meeting. The meeting talked about current updates, especially about how many points on the draft already agreed especially how many points on each thematic problems already agreed. Then i went to a side event titled “The Strategic Plan for Biodiversity 2011-2020” and unfortunately the dialogue cancelled  with no announcement made previously which is very dissapointing and unprofessional.

Then i attended a side event which topic is “Sustainable Transport Contribution to Rio+20 and its Implementation.” It’s actually an interesting topic since SLOCAT (Sustainable Low Carbon Transportation) tailored the SDG targets based on tranportation. And here’s the targets:

1.       Proportion of urban and rural poor for whom mobility problems severely restrict access to employment and essential services is halved by 2030 compared to 2010

2.       Maintain 2010 share of personal trips by public and non-motorized transport for countries currently above 50% and where this share is currently below 50% achieve at least a 10% gain by 2025

3.       Support the decade of action for road safety (2011-2010) and it’s objective to cut traffic-related deaths in half by 2025

4.       Cut the contribution offree passenger transport to emissions of harmful air pollutants by half by 2025

5.       Cut the average fuel use/km of new light duty vehicles by 50% by 2030, compared to 2005 levels

6.       Ensure global greenhouse gas emissions from passenger and freight transport peak by 2020 and are cut by at least 40$ by 2050 compared to 2005 levels

In order to reach that targets, slocat proposed “Voluntary in Sustainable Transport” action. While this action paradigm are Avoid (actions to lessen high carbon transportation), Shift (actions to move to low carbon tranportation) and Improve (actions to enhance low carbon transportation technology). While that voluntary commitment should addresed on 4 acts which are financing, policies, capacity building and knowledge.

Then i attended another side event which topic is “National Learning and Skill Strategies to Advance a Green Transition.” This topic talked about how to make green economy works in the future while today many people still have no capacity about this topic. While the strategies consists in 2 part: education and work. While in education strategy, which is the entry point, the challenge present are: policy frameworks & plans, financing strategies in Green Economy, competing demands within a large education family, integrating education into a national development plans, and partnership. Morever, in work strategy, the tasks are: making the conomy work for sustainability, economy raises resilience, improveing new skills, set goals in every green economy pillar, improving science and policy, and improve institutions for real integration.

Then, in order to change green structural, tha actions should be done are: creating additional jobs, substituting some employments, replacing some jobs. Those actions should be done since the higher the carbon in industry goes, the poorer the skill of the employee. That happened because of skill shortages since it’s caused by the lack of education. Moreover, this shortages can pose a threat to a green transition and it must be done by mastering a particular core skills. While the skill requirements gained from basic education, market demand and additional skills on demand.

While the areas of actions regarding of policy are: meeting the emerging job skills requirements, assuring workers rights in green economy sectors, helping workers to improve skills and move them from declining firms to a growing ones, and strengthening labor market information system.

Then, i attended another MGCY meeting which mostly talked about what actions should be made if youth found that the negotiation result is an unsatisfying. The discussion ends with an action to close youth mouths by tape, as a symbol of not to be hypocrite, not to talk a lot, but do action ASAP.

Lesson Learned:

From today’s activities, lesson learned for me are how policies just and as policies. Many policies made and just gone by after it expired or made into the new one. This is happened by the lack of seriousness of government and lack of synergy between the policy maker and it’s target. Government should interact closer to the citizen and the targets if they want their policy to be effective. Another one i learned is i’m amazed that youth in global area is very reactive and really action oriented. What a great youth atmosphere here.

Suggestion:

From today activites, i hate to say that i dissapointed with the organizer for making a side event cancelled while there was not even any single announcement made earlier. The suggestion is: be more professional for the commitee, and dont expect too much for the participants.

Day four: Sunday, June 17 2012

Random Thoughts:

I love this day, because it’s tour day. Everybody loves tour, doesnt it?

Activites:

My only activites today was tour, tour and tour. We managed to use tourism service named Rio Paradise Tour, guided by miss Hilda. Our trip started to Corcovado to see jesus statue as well as taking pictures and found out it’s history.Then, trip continued by passing Santa Teresa downtown which is a beautiful old town. After that, we visited Maracana stadium which is closed for now and will be opened by 2013. Next trip was visiting Metropolitana chatedral, a massive church opened for tourism. Then, i visited parade store where we rented parade clothes and taking some funny pictures, while the clothes themselves used on annual Brazilian parade. After lunch, i went to our last destination, sugar loaf where it has beautiful scenery and i can see a whole Rio de Janeiro from up there.

Lesson Learned:

From today’s activities, lesson learned for me is altough i amazed by Rio’s sceneries, but i still found Indonesia’s sceneries more beautiful. It made me more grateful to my own country for having the most beautiful things in the world.

Suggestion:

PROMOTE MORE INDONESIAN TOURISM! TO ME, INDONESIA’S TOURISM FAR MORE BEAUTIFUL THAN RIO AND DESERVES MORE ATTENTION.

Day five: Monday, June 18 2012

Random Thoughts:

Back to Rio Centro again after my mind being refreshed yesterday.

Activites:

My activities on RIo Centro started on attending a side event titled THE FUTURE WE CHOOSE, and open dialogue from Brazil government. It consisted of many panel dialogues emphasizing about the outcome of the RIO+20 document.

Then Gina and I participated on youth movement to stop giving subsidies to fossil fuel. It is promoted by twitter popular topic finder by using hashtag #endfossilfuelsubsidies. The topic aims to reduce the dependance of using fossil fuel as a primary energy source since fossil fuel is non renewable and gradually runs out, while giving them subsidies will make people depend on fossil fuel more, as well as preventing the development of more alternative and renewable energy. The action was done by doing flash mob and doing marching around rio centro.

After that, Gina, Adeline and I met mr. Adi, a delegation from Indonesia, to share about sustainable production and consumption. The key messages are:

a.       The journey to 2050 will be tough if people still maintain today’s consumption and production pattern since in 2050, earth population will increase to 9 billion where the challenges lie on food fulfillment to feed those amount of people

b.      The importance of finding a new food resource as well as modificating production method and governance, as well as developing a perception about food, for example today a cassave not only acts as a food, but also as an energy source (bioethanol) and biomaterial (bioplastic).

c.       Te importance of green products, not only emphasized on it’s production, but since the resource to make products extracted, the manufacturing process, the product usage process and the dump. All of those process should be green, and it can be assessed by Life Cycle Asssessment method.

Lesson Learned:

From today’s activities, lesson learned for me is i’m amazed that youth in global area is very reactive and really action oriented especially responding to fresh topics even in newly acquired information, while still maintaining the form of discussion first before conducting an act.

Suggestion:

Sustainable consumption and production is one of the most important thing on sustainable development and many people still uneducated and still not aware or care about that. I think we have to conduct an education for this thematic area, especially for Indonesian people.

Day six: Tuesday, June 19 2012

Random Thoughts:

Today, the final document of Rio+20 has finished, and it will be delivered as main document in high level meeting.

Activites:

My activites today mostly located in Indonesia Pavilion. While doing usual activities like introducing Indonesia to visitor as well as giving them brochures about Indonesia, today’s activity was quite different since today was angklung performance day. At 2 PM, visitors already gathered on pavilion to get their angklung and taught how to play angklung by Indonesian angklung team. The first wave was run well and good, but when it comes to second wave the situation got quite chaotic. A massive amount of visitors flooding the pavilion wanted to get the angklung and then go without wanted to be taught how to play it. However the situation can be handled and the second wave of angklung learning went well.

Then me and other delegates conducted a sharing with Bu Ami about the current outcome of Rio document. The most key message from the document is youth still addressed as a mere object rather than a partner in sustainable develoment, then Indonesia’s position on the document might become a disadvantage for Indonesia, but become an advantage if we look it from the future perspective. After the document has been negotiated by G77 and delegates, then consulted by Brasil’s government, now the document’s ready to be placed as main material on high level meeting.

Lesson Learned:

From today’s activities, lesson learned for me is how we face a point of view not only for the present advantages, but also in a long term run. Just like Indonesia’s position in the document which is quite a disadvantage for today but become a huge advantage in the future.

Suggestion:

From today activites, i hate to say that i dissapointed with the attitude of the visitor when they got crazy about the angklung and started to get uncontrollable, even making fake excuses so we have to give them angklung without having them queueing for the angklung. While the suggestion is, we have to stay steady with our own regulation on distributing angklung and do not violate it altough there are pressure from people who wants to get it without queueing.

Day seven: Wednesday, June 20 2012

Random Thoughts:

The most random day ever on Rio!!!

Activites:

Today’s activity in pavilion not different with the other days on pavilion. But we practiced dancing over and over again to get a perfect result since tomorrow is the day we have to perform in front of mr. President. Then we did a little bit sharing session with Bu Liana, mostly talked about what our delegation have done in youth capacity.

Then, me, Gina, Adeline and Bastian went to Rio Centro to attend MGCY meeting. It mostly talked about the dissapointment of the outcome document and about how youth speech will be delivered tomorrow. The youth speech itself will be delivered by Karuna.

After that, we went to Rio downtown to attend Equator Initiative Award 2012 held by UNDP. It’s the award for the most outstanding environmental projects, especially the one fighting in thematic areas and involve local society. One of Indonesia’s project won the ocean area. The show was pretty cool to me since it looked like grammy award on environment area. Then me and Gina took off at 10 PM and went straight to copacabana to buy things in Copacabana night market to give to our fellas in Indonesia.

Lesson Learned:

From today’s activities, lesson learned for me is about the equator initiative award which i got many inspiration from. I planned to do the same thing, contributing on environment as well as involving and developing the local society towards better planet, people and it’s economy.

Suggestion:

From today activites, it’s pretty good if we as youth delegation got seperated into thematic areas they’re interested to, so they can split up to certain thematic area discussion and report back about them. So not every youth go into the same room and the report will be mostly the same. But before that, every youth have to be builded their capacity first.

Day eight: Thursday, June 21 2012

Random Thoughts:

Farewell Rio, i had good times here.

Activites:

Today’s activity only located in Pavilion since today is the day Mr. President’s coming as well our departure to go home. This day started to us to change the clothes into dayak tribe clothes, then we conducted many gantar dance practices to make sure that the dance is perfect enough to be performed. While in last practices we suffered many mistakes in coordination and the moves. Maybe because the atmosphere and pressure already elevated since every people looked at us while practicing. In the same time, angklung team also prepared angklung performance to welcome our President while the participants are the visitors and people from different countries.

Then, the President finally come. The welcoming opened by our dance which worked pretty good with no flaw. Then, the show continued by a speech form mr. Agung Laksono and a book launching from ministry of environment. Lastly it closed by angklung performance which was a great epic view.

After that, we went back to our apartment, packing and then went straight to Rio airport to go home to Indonesia.

Lesson Learned:

From today’s activities, lesson learned for me is it’s true that practice makes perfect. By conducting many practices, we finally performed the best from us. And it’s nice to impress our President altought we had no chance to take a photo with him.

Suggestion:

From today activites, it’s great if the last practices (gladi resik) held earlier, not too close to the main show. Because the main show conducted on 4 pm, while the last practices held on 3 pm. It should be held earlier maybe at 1 pm so we can practice and feel comfort to the ‘stage’ more.

That’s all my report back there. I really had good times there. If you want to check out the photos, i already upload them on my facebook account, here: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.4104686212838.170569.1153482501&type=3